Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts

Tuesday, April 21, 2009

Happy Kartini's Day, Indonesian Traceuses!

Emansipasi wanita. Udah basi banget kayanya yah ini istilah, perasaan dulu hype2nya pas jaman SD (hahaha). Udah cukup jelas lah di negara Indonesia kita tercinta sekarang kalo perempuan udah banyak pegang peran di segala bidang. Nah, same thing happens in Parkour Indonesia. Mungkin untuk lingkup lebih kecilnya gw bakal bercermin ke kondisi komunitas tempat gw latihan: Parkour Jakarta.

Hampir 2 taun yang lalu, praktisi di PKJKT isinya 100% laki2. Nggak aneh, pemberitaan dan peliputan yang dibikin media waktu cenderung menjudge parkour sebagai salah satu extreme sport yang digemari anak2 muda. Dengan image yang tersebut, kita udah dirugiin 2 hal utama, padahal harusnya:
  1. Parkour BUKAN extreme sport!
  2. Parkour nggak ada batasan umur (bukan anak muda aja)
Things changed, image parkour di Indonesia pelan2 bisa digeser sedikit demi sedikit ke jalur yang bener (yang juga masih jadi PR semua traceur/se di Indonesia). Sekarang jadi udah mulai banyak kaum hawa yang tertarik untuk ikut berlatih dan mendalami parkour. Semua orang bisa bergerak, berarti semua orang bisa parkour kan?


*traceuses from Parkour Jakarta*

Jadi, buat semua perempuan di luar sana jangan pernah takut buat ikutan parkour yah! :)
Selamat Hari Kartini!

Saturday, April 4, 2009

Koran Republika: Serunya Beraksi Parkour

Sabtu, 04 April 2009 pukul 21:00:00
Serunya Beraksi Parkour


Film Yamakasi memang dibuat pada 2001, namun demamnya masih terasa hingga saat ini.


"Awalnya aku tahu tentang parkour ini tidak sengaja," ujar Cahaya Cita Putri. Siswi SMA 71 Jakarta ini sudah menekuni parkour sejak Januari 2009.

Jauh sebelum dia memulai latihan dengan teman-temannya, dia pernah melihat video aksi David Belle di Youtube. "Sebenarnya waktu itu iseng mau cari penyanyi, tapi malah yang keluar tentang parkour," ujar Caca --panggilan akrab Cahaya.

Sejak saat itulah Caca mulai menyukai parkour (baca: parkur). Dia juga sempat membaca artikel tentang parkour dan juga menonton film Yamakasi. Meski tertarik, Caca masih urung untuk ikut bergabung dalam Komunitas Parkour Jakarta. "Aku pikir waktu itu nggak ada cewek-nya," ungkapnya.

Namun, sebuah informasi sampai padanya bahwa, perempuan juga ada yang ikut berlatih parkour. Ia pun segera menjajal berlatih yang kemudian berlanjut hingga saat ini.

Perkembangan dan perkenalan dengan parkour memang lebih banyak karena akses ke internet yang semakin mudah. Seperti halnya Caca, Astri Chairina juga mengetahui parkour melalui Youtube. Dalam situs itu dia melihat beberapa cuplikan adegan orang-orang yang melompat dari satu gedung ke gedung yang lain. Merasa semakin tertarik, Astri kemudian mencari di Google untuk menemukan segala informasi tentang parkour di Indonesia. "Akhirnya aku bisa lihat forum Parkour Indonesia di internet," ujar Astri.

Filosofi dari parkour untuk tidak takut mengahadi rintangan membuat Astri semakin tertarik untuk bergabung. Hingga akhirnya pada Oktober 2008, dia mulai berlatih bersama dengan para traceur (sebutan untuk pelatih parkour laki-laki) di Senayan. Bahkan, meski dia adalah cewek, orangtuanya tidak melarang. "Malahan, kata papa, kalau dia masih muda juga mau ikutan," kata siswi SMA Al Azhar 2 Pejaten. kim


Menjadi Kuat untuk Berguna

Aksi melompat dari satu gedung ke gedung yang lain atau melewati berbagai rintangan sulit sambil terus bergerak, telah menjadi pilihan aksi yang menarik bagi remaja. Aksi melompat itu, disebut parkour.

Film Yamakasi merupakan cikal-bakal meluasnya parkour (baca: parkur) yang diciptakan David Belle dan Sebastian Foucan. Yamakasi adalah nama kelompok yang dibentuk oleh dua orang itu.

Namun, karena perbedaan pandangan tentang konsep parkour, David Belle memilih keluar. Dia justru mulai berkeliling dunia untuk mengenalkan aksi lompat-lompatan itu. Hingga akhirnya semangat parkour, etre fort pour eter utile (menjadi kuat untuk menjadi berguna), sampai ke Indonesia. Sampai pertengahan 2007, beberapa remaja di Jakarta mulai berlatih parkour, dan bertahan sampai saat ini.

Ketika pertama kali berlatih parkour pada Juli 2008, selama satu minggu Abdurrahman Rusydi, kesulitan bergerak. "Wah paha sakit semua, nyiksa," ujar mahasiswa semester II Universitas Negeri Jakarta itu.

Selama satu minggu itu rasa nyeri harus selalu dia tahan hingga akhirnya dia mulai terbiasa dengan segala latihan. Hasilnya, saat ini dari yang hanya berlatih sekenanya, Rusydi semakin serius mendalami parkour karena mampu memberikan fisik yang sehat dan juga stamina yang tidak mudah menguap.

"Apalagi, jarak rumahku ke kampus yang jauh sekitar 25 kilo. Kalau nggak terlatih staminanya, naik motor pulang pergi bisa langsung capek banget," ungkap Rusydi yang tinggal di Depok, dan berkuliah di Rawamangun, Jakarta Timur.

Rasa nyeri pada awal latihan yang kemudian tergantikan dengan fisik yang lebih prima juga dialami oleh Caca dan Astri. Saat pertama kali berlatih mereka bahkan kesulitan menaiki tangga sekolahnya. "Aku sekarang nggak mudah capek," kata Caca. "Kalau mau ambil nilai olahraga untuk lari sekarang jauh lebih cepat dari sebelumnya. Selain itu refleks juga lebih bagus. Pokoknya badan jadi ringan," lanjutnya.

Selain terlatih secara fisik, mereka juga mendapatkan bentuk pelatihan mental yang berguna. Parkour mengajarkan untuk dapat mengatasi segala macam rintangan yang ada di depan. Bagi Caca, Astri, atau Rusydi, parkour membuat mereka lebih berani dan percaya diri dalam menghadapi tantangan yang dihadapi dalam hidup. Dalam olahraga ini, seseorang dilatih untuk menekan rasa takutnya.

Bayangkan saja jika seseorang diminta melompat dari satu palang besi ke palang besi lain yang jaraknya lebih dari satu meter, atau melompat dari ketinggian. Rasa berani yang semakin lama semakin terlatih itu akhirnya bisa digunakan dalam kehidupan sesungguhnya. kim


Berlatih Secara Aman

Tidak jarang Rusydi terantuk batangan besi ketika berlatih parkour. Salah satunya ketika dia sedang mempertunjukkan keahliannya bersama teman-temannya di sebuah acara. Saat itu dia harus menaiki palang-palang besi, tapi malang, kakinya terpeleset dan tulang keringnya membentur palang tersebut.

Caca juga pernah mengalami sedikit cedera ketika berlatih. Bahunya terasa sangat nyeri karena posisi bergulingnya yang kurang tepat. "Awalnya lari, tapi sewaktu lompat jadi ragu-ragu, makanya pas landing posisinya salah," ujarnya.

Muhammad Fadli sudah dua tahun ini berlatih parkour. Menurut dia, bagi remaja yang baru pertama kali berlatih sebaiknya memperhatikan hal-hal dasar agar saat latihan tidak terjadi risiko cedera. "Bagi pemula, untuk memulai parkour itu dibutuhkan kesabaran. Jangan langsung berharap seperti yang ditonton di internet atau di film. Semua membutuhkan proses yang panjang," ujar Fadli.

Pertama-tama sebelum memulai latihan sebaiknya melakukan latihan fisik yang benar. Latihan itu meliputi lari, push up, pull up, atau sit up. "Tujuannya untuk mengondisikan badan," kata Fadli.

Beberapa gerakan parkour memang membutuhkan kekuatan tangan, perut, dan kaki. Setelah badan sudah panas, sebaiknya mulai berlatih dengan gerakan-gerakan dasar, seperti landing, rolling, ketepatan melompat, dan keseimbangan. Ketika semua itu sudah terlatih dan dikuasai, maka seterusnya hanya menggunakan dasar itu untuk melewati berbagai rintangan seperti tembok itnggi, palang besi, atau sebatang kayu yang melintang.

Tapi, perlu diingat bahwa saat berlatih parkour, sebaiknya jangan terlalu percaya diri. Menurut Fadli, seseorang harus mampu mengontrol dirinya terhadap tantangan yang dihadapi. Jika merasa belum siap, jangan mencoba melakukan trik berbahaya, karena bisa berujung pada cedera serius. "Saat melompat biasanya pikiran bisa berubah sehingga jadi ragu-ragu dan akhirnya jatuh," ujarnya.

Itulah sebabnya setipa traceur harus sadar bahwa mereka mempunyai tangan dan kaki yang harus di jaga agar tidak cedera. kim


Source: http://republika.co.id/koran/0/41979/Serunya_Beraksi_Parkour

Friday, March 27, 2009

Introducing Parkour Jakarta New Training Method

(Forwarded from Fadly Bullseye)

Buat semua teman2 Parkour, Minggu besok kita akan diperkenalkan dengan "Class For Beginner" oleh Adit Roar. Beberapa teman2 yang udah mengikuti pelatihan dari kelas ini, akan membantu Adit untuk pelaksanaan kelas ini.

Jumat kemarin, gue dan beberapa anak2 udah dikonfirmasi tentang metode kelas tersebut dan akan dicoba untuk hari Minggu besok. Untuk itu, diharapkan jangan sampai ada yang telat. Bila teat, mungkin kali ini dimaafkan.... tapi untuk ke depannya.... no excuse....!

Gue akan menjelaskan sedikit Metode kelas yang akan digunakan pada hari Minggu dan kedepannya.

"Class For Beginner"

8.30 - Jogging.
Kenapa jogging diletakkan di awal. Karena Jogging berfungsi untuk memanaskan otot sebelum mulai latihan.

8.35 - Dynamic Conditioning Movement.
Dynamic Conditioning bertujuan untuk memanaskan persendian. Ada 8 sendi utama yang akan dilatih. Sendi leher atas, sendi leher bawah, sendi bahu, sendi pergelangan, sendi pinggul, sendi selangkangan, sendi lutut, sendi engkel kaki.

8.50 - Quadepedral movement.
Quadepedral adalah gerakan merangkak di tanah yang bertujuan untuk megfungsikan semua otot-otot badan sekaligus untuk melatih keseimbangan.

9.05 - Istirahat 1

9.10 - Landing.
Mempelajari posisi mendarat dengan sebaik-baiknya dengan teknik yang lebih baik.

9.25 - Roll.
Teknik rolling wajib diajarkan buat pemula. Karena disinilah teknik untuk menyelaraskan tubuh dengan momentum.

9.40. Precision Jump.
Teknik lompatan yang statis dan tepat dengan kontrol diri. Precision yang benar adalah melompat menuju titik, bukan garis.

9.55. Balance & Cat Balance.
Berfungsi untuk mempelajari fokus dan keseimbangan badan serta konsentrasi.

10.10. Climb Up.
Mempelajari tiga teknik memanjat baik dengan cara power dan teknik.

10.15. Istirahat 2

10.20. Play.
Sesi ini para beginner berkesempatan untuk bertanya dan mempelajari teknik lainnya. Dan diberi kebebasan untuk bergerak sesuai dengan kemampuan tubuhnya.

10.35. Endurance Training.
Yang dilatih pada sesi ini adalah ketahanan tubuh dan stamina. Maka dua metode berlari akan diajarkan disini.Silent Sprint dan Running Crosscountry 2 km.

10.50. Power & Strength.
Latihan Kekuatan dan Ketahanan Otot. Mulai dari Upper Body, Core dan Lower Body.

11.10. Streching & Pendinginan.

11.25. Selesai.
Apabila ingin melanjutkan untuk sesi Jamming setelah sesi kelas, dipersilahkan.

Sekian info metode kelas Parkour Jakarta.

Jangan lupa, masih Metode Kelas Strength & Conditioning di luar latihan Sesi Kelas. Tanyakan kepada para moderator Parkour Jakarta untuk jadwal latihan tersebut.

Thursday, March 26, 2009

Parkour Jakarta and Parkour Bandung Joint Jam Session

Allright buddies, we've done with the trailer and here's the full version of PKJKT and Parkour Bandung Joint Jam Session! Enjoy! :)







Captured by: Ninnonline Valestino and Josua 'Grenseal'
Edited by: Josua 'Grenseal'

Tuesday, March 17, 2009

[Trailer] When Parkour Jakarta Meet Parkour Bandung



This is a trailer for a jamming session (made by Josua aka Greenseal Gravity):
March 8 & 9, 2009
Spotted at ITB

Watch out for full videos ;)

Wednesday, March 11, 2009

Group Trip Ke Bandung Bareng Anak2 Parkour Jakarta

Sabtu, 7 Maret 2009

Okeh, setelah planning berbulan2 yang gak kunjung jadi, akhirnya berangkat juga rombongan dari Parkour Jakarta buat jamming bareng temen2 Parkour Bandung. Berangkatnya juga beda2, ada yang pake bis dari Lebak Bulus, ada yang naik Kereta Api Parahyangan, ada juga yang bawa mobil pribadi. Intinya sih, banyak jalan menuju Lisses! :D

Ongkos pertama gw keluar buat tiket KWK S11 dari Cipete rRaya sampe Lebak Bulus yang cuma abis 2ribu perak.Gw masuk kloter 1 yang berangkat ke Bandung hari Sabtu sore bareng Robbin, Ninno, Hafidz (PK Jakarta), sama Ina (PK Tangerang). Kloter 1 berangkat pake bis Primajasa dari terminal Lebak Bulus. Berbekal tanya2 si Ican Dakocan dan ngubek2 google, berangkatlah kloter 1 PK Jakarta. Dari LB (Lebak Bulus) sebenernya ada 3 bis yang berangkat ke arah Bandung, ada Jakarta-Bandung, Jakarta-Garut, sama Jakarta-Tasik. Bis yang kita naikin kemaren itu bis jurusan Jakarta-Tasik. Kenapa? Karena jauh lebih murah! Bis Jakarta-Bandung yang turun di Leuwigajah harga tiketnya 40ribu, posisi duduk 2-2, dapet bantal. Kalo naik Jakarta-Garut/Tasik turun di Cileunyi cuma 26ribu aja, paling bedanya cuma posisi duduk 2-3 sama gak dapet bantal! Dan kalo emang Cileunyi kejauhan dari tujuan, bisa kok turun di jembatan tol yang dilewatin selama di tol Padaleunyi. :)

Sekitar jam 4 sore kita berangkat dari Lebak Bulus dan perjalanan yang cukup memanggang pantat ini berlangsung hampir 7 jam (gara2 long weekend minggu lalu + perbaikan jalan tol yang gak kunjung kelar) sebelum kita akhirnya turun di jembatan Buah Batu/Moh. Toha. Ternyata turun di pinggir tol ada petualangan tersendiri juga, kita berlima musti turun ke arah jalan ngelewatin turunan curam di pinggiran tol, berasa bolang dikit lah.

Makan pecel lele 6ribuan rame2 buat super late dinner jam setengah 11 malem, abis itu langsung meluncur ke arah Kebon Bibit tempat kosan Opal, anak PK Bandung. Cukup 2x ganti angkot aja, which only costs 5ribu perak dari jembatan tol BuBat sampe ke perempatan Sulanjana.

Di Kebon Bibit, Opal sama Fadli udah nunggu di depan SD Pertiwi. Thanks to Opal's friend to lent us his room so we didn't get packed up in a small bedroom to sleep.

================================

Minggu, 8 Maret 2009

Waktunya latihan! Gw sama Opal jam 6 pagi cabut dulu ke Stasiun Bandung buat beli tiket balik ke Jakarta hari Senin pagi. Dan ternyata loket reservasi tiket baru buka jam 7 pagi, dan yang paling sial, ternyata slot buat tiket pesenan tinggal sisa 3 orang lagi. Ya daripada pulang gak bawa apa2, gw amanin dulu aja 3 tiket dari 7 tiket yang harusnya gw bawa balik. Petugasnya bilang sih Senin pagi dateng pagi aja buat beli tiket penjualan langsung. O'iya, tiket balik KA Parahyangan bisnis cuma 25ribu udah sampe Gambir!

Jam setengah 8an anak2 PK Jakarta jalan ke ITB. Actually, gak jalan kaki juga sih gara2 udah kesiangan, akhirnya ngambil angkot yang turun di ITB seribu perak aja. Ditambah quick breakfast di bubur ayam depan gerbang ITB 4ribuan. Kloter 2 PK Jakarta yang berangkat sama mobil (Irvan, Kiki, Ino, Fadong) udah nunggu di dalem gerbang. Berangkatlah kita Gerbang Utara ITB tempat anak2 PK Bandung udah latihan. *hampura euy telat!*. Kloter 3 (Kenji sama Radhit) yang berangkat jam 5.15 pake KA Parahyangan juga udah nongol jam setengah 9. Kloter 4 (Rikki, Willi, Akbar) juga ketemu di dalem ITB. Lengkap udah rombongan PK JKT yang dateng skrg.


Untuk jammingnya sih udah gak perlu dibahas lah yah, super great joint jam session lah, silakan liat2 foto dari album yang udah diupload Ninno:
Parkour Jkt roads to Bandung |7-9/03/09| Part I
Parkour Jkt roads to Bandung |7-9/03/09| Part II

Anyway, I spent 5ribu perak buat beli Aqua botol di warung deket gerbang utara ITB. Sekitar jam 1 siang ujan gede parah, padahal baru 3 dari belasan spot yang dieksplor hari itu. Tapi gpp lah, itu artinya Parkour Jakarta harus balik lagi ke Bandung someday. :D Cuaca Bandung + kecapean abis jamming pastinya punya pengaruh gede buat perut2 monyet dan kucing Jakarta, yang grudak gruduk kelaperan. Untungnya ada surprise yang dibawa sama Opal & Ninis: es buah! Nggak perlu nunggu lama2 setelah hidangan pembuka selesai disikat, ujan berenti, dan ini artinya waktunya makan berat!

Nowhere else better than Gelap Nyawang (belakang Mesjid Salman ITB) buat isi perut abis jamming di ITB. Cukup 10500 untuk sepiring Nasi Ayam Keju Campur + Es Milo! Setelah puas bercanda tawa riang disana, berakhirlah program jamming bareng kali ini diakhiri dengan menyanyikan bersama2 lagu kebangsaan Prancis (kidding), cukup diakhiri dengan meneriakkan 'P-K-I-D-Flow!' bubarlah kita + foto2+ bertukar nomer handphone atau mungkin juga nomer2 yang lain. :P

Sisa Minggu sore diabisin di kosan Opal buat istirahat dan nonton dokumentasi2 Parkour buat nambah semangat motivasi sampe jam makan malem tiba. Ternyata di samping kosan Opal ada satu tempat makan namanya Warung Sehati yang kabarnya kokinya pernah kerja di Ritz Cartlon Hotel. Sound great 'eh? Dan bener aja lah, itu makanan tampilannya hotel bener, porsi juga gak nanggung2. Gw cuma pesen tongseng kambing + es teh manis (10ribu aja!), tongsengnya parah enaknya, citarasa high class! Belom lagi yang lain2 ada yang pesen ifumie, spaghetti bolognaisse, chicken katsu yang semuanya ukurannya gak ada yang normal! Dan semuanya tetep di bawah 15ribu! Edan! Gw PASTI bakal kesini pas liburan Bandung berikutnya!

Kelar dari Warung Sehat, cuci mata dikit di Ciwalk, abis itu beberapa anak PK Jakarta coba peruntungan nyari brownies kukus Amanda jam 10 malem di sekitaran Ciwalk. Yang tentunya udah jadi barang langka kalo malem2 gini. Akhirnya satu per satu balik ke kosan Opal. Sukurlah malem ini kita bisa nyewa 1 kamar kosan lagi di tempatnya Opal jadi penumpukan manusia gak terjadi di 2 kamar kemaren.

================================

Senin, 9 Maret 2009 (Tanggal Merah)

Gw, Ninno, dan Hafidz jadi Kloter 1 yang ninggalin Bandung. Sisanya yang tadinya mau naik kereta ternyata jadi pada nebeng mobilnya si Irvan. Sisanya lagi masih stay sampe Senen sore/Selasa pagi. Berarti tiket yang udah kebeli kemaren udah pas, 3 tiket. Setelah ditraktir bubur ayam sama Radhit, meluncurlah kita bertiga ke Stasiun Bandung dianter Irvan sama Opal. Setelah beli Mizone (5ribu) buat perbekalan di jalan, beranjaklah kita ke dalem stasiun. Jam 8.45 ngaret dikit KA Parahyangan udah meluncur ke arah jakarta.

Sampe Jakarta sekitar jam 12an, suasana Gambir sekarang lebih rapih ternyata, toiletnya bersih, nggak ada pedagang2 di dalem areal kedatangan & keberangkatan. Gw bertiga langsung ke halte busway (3500) Gambir 2 buat ambil bis ke Harmoni, transit, lanjut ke Grogol, transit, baru meluncur ke Lebak Bulus. Tenggorokan udah kering banget, 2500 perak deh buat teh poci. Gw baru sadar kalo dari Lebak bulus gak ada S01 *dan sebenernya gw bisa naik S11 tapi gw lupa*, alhasil 4ribu perak deh sampe Cipete.

================================

Conclusion: Total expense gw selama jamming ke Bandung mulai dari Cipete - 3 hari di Bandung - Cipete adalah IDR 109.500!

Tuesday, February 3, 2009

Parkour Jakarta | An Afternoon Jamming with Parkour Tangerang


After a weekly jam session, some members of Parkour Jakarta headed to Tangerang, a city located in the west of Jakarta to attend Parkour Tangerang's weekly jam session. They trained every Sunday in the afternoon at Taman Jajan BSD. The spot was awesome! Thanks for the warm greetings, guys! :)

http://www.parkourindonesia.web.id/forum

Parkour Jakarta | Weekly Jamming Session 01.02.09

I guess this is one of the largest weekly jam ever held by Parkour Jakarta by far.
There are almost 20 new faces practice with us that day.
We also got some accompany from Parkour Bekasi and Parkour Bogor.

Parkour Jakarta | Training in The Rain

We've arranged a midweek training in Taman Ria Senayan.
Unfortunately, the weather is not really cooperative,
so we decided to train inside the basement.

We also got a guest from Parkour Samarinda, her name is Puji.
We hope she can bring all the shared knowledge she got here to our friends in Samarinda after she stayed in Jakarta for 10 days. :)

Thanks to Amel for the Pempek! :)

Thursday, January 29, 2009

Parkour Jakarta | Fixing Obstacles at Kridaloka *Part1*

Time to give some respect to the environment,
we've trained there, and here come's the time where we've got to fix them. :)

Parkour Jakarta | Spot Checking at Hutan Kota Srengseng

Radhit, Amel, Revo, and I took a Saturday afternoon to do some spot check around Hutan Kota Srengseng.
I hope this video can give you enough sneak peak. :)

http://www.parkourindonesia.web.id/forum

Tuesday, December 23, 2008

Olahraga Menantang Minus Kompetisi

Monday, 22 December 2008

TELEVISI bisa menjadi pemicu buat seseorang untuk menggemari suatu hal. Dari sinilah muncul minat terhadap hobi, termasuk hobi berolahraga parkour. Hal tersebut dialami sekumpulan anak pencinta olahraga parkour.

Mereka mengaku terkesima dengan aksi akrobat para pemeran film Prancis berjudul Yamakasi. Fadli misalnya, sejak menonton film tersebut, jadi sering menghabiskan waktu menjelajah internet mencari teknik-teknik parkour dan mempraktikkannya sendiri di rumah. Serupa dengan Prabowo Sri Hayuningrat, 24, yang akrab disapa Bowo. Berbekal video tutorial parkour yang dilihatnya lewat internet, pria yang berprofesi sebagai video editor ini giat berlatih di rumah.

”Parkour olahraga yang menyenangkan sekaligus menguji mental,” ujar Bowo. Jadilah para atlet dadakan itu mendirikan Komunitas Parkour Jakarta.Komunitas yang dibentuk Juli 2007 ini mempunyai sekitar 30 anggota aktif. Satu minggu sekali mereka mengadakan latihan bersama di Gelanggang Sumantri Brojonegoro,Kuningan, Jakarta Selatan, atau Gelora Bung Karno,Senayan. Di Indonesia, selain Jakarta, parkour juga eksis di Kota Bandung, Malang, Surabaya, Purwokerto, dan Yogyakarta.

Menurut Fadli, parkour tidak terikat pada peraturan-peraturan formal. Yang berlaku hanyalah kemampuan improvisasi atau pengembangan diri.Yang menarik,parkour merupakan olahraga tanpa kompetisi. ”Sebab,kompetisi akan memunculkan persaingan dan bisa mencetuskan permusuhan,” kata Fadli. Karenanya,dalam parkour tidak ada julukan amatir atau profesional. Para praktisinya disebut traceur.Jika Fadli dan Bowo tertarik akan parkour karena menyukai filmnya, lain lagi dengan Arya Mularama.

Pria berusia 24 tahun ini mempunyai misi khusus bergabung di komunitas parkour. Rama, sapaan akrabnya, mengaku ingin menghancurkan lemak di tubuh. ”Parkour kan olahraga yang menuntut power besar. Semua otot terpakai dan harus gesit. Makanya, saya ikut sekalian untuk ngurusin badan,” papar pria yang berprofesi sebagai art director ini. Sementara anggota lain, Migo Nebukadnezar, justru berharap, dengan mengikuti parkour dapat mengurangi kebiasaannya merokok.

”Supaya napas tetap kuat selama latihan, tentunya saya harus ngurangin jatah ngerokok,” sebut Migo. Pada awalnya, Bowo mengira parkour adalah olahraga ekstrem yang menantang keberanian belaka.Tanpa berpikir panjang, lulusan D3 Jurusan Broadcasting Universitas Indonesia ini nekat melakukan gerakan di luar kemampuannya, hanya dengan modal nekat. Bowo melompatdariketinggian tiga meter, padahal dia buta sama sekali tentang cara melompat serta landing yang benar.

”Hasilnya, selama satu bulan saya enggak bisa jalan,” cerita pria yang tinggal di daerah Kelapa Dua, Depok. Olahraga ini membutuhkan teknik-teknik yang matang dan penuh pertimbangan. Karenanya,bagi anggota baru, bakal dibiasakan dulu dengan gerakan–gerakan yang mengutamakan kekuatan serta keseimbangan tubuh. Tujuannya agar tubuh mereka terbiasa dengan berbagai gerakan parkour yang memang bertumpu pada dua gerakan tersebut.

Setelah itu, barulah mereka diajarkan teknik-teknik dasar parkour. ”Jadi prosesnya bertahap dan menunjukkan peningkatandarisatugerakanke gerakan lain,”kata Bowo. Kalau sekadar lutut cedera, tubuh lecet-lecet, pergelangan kaki bengkak, ataupun tulang kering membiru gara-gara membentur tiang, itu sudah menjadi hal biasa bagi para traceur. ”Awal pertama latihan pasti otot-otot pegal semua. Namun, lama-lama juga hilang,” ujar Rama.

Selain melatih gerakan,kesempatan latihan juga digunakan sebagai ajang berbagi tips sekaligus praktik kombinasi gerakan yang diciptakan para traceur. Fadli misalnya, memodifikasi gerakan tic tacatau menendang ke arah tembok hingga berputar 360 derajat. Sementara traceur lain mencoba memadukan gerakan tic tac yang dilanjutkan dengan cat leap.

Dan jika dalam teknik vault hanya diajarkan melompat dan bertumpu pada kedua tangan sebanyak satu kali,komunitas ini mengenalkan double kong atau bertumpu pada kedua tangan sebanyak dua kali.(sri noviarni)

Source: Koran Sindo
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/198032/

Friday, November 28, 2008

Parkour Jakarta | Periskop (Metro TV)

Parkour Jakarta coverage on Metro TV. Ronny (a.k.a Alniubi) and Ika interviewed in this coverage. So, Parkour anyone?

Friday, November 14, 2008

My First Time Photoshoot with A Real Model

Cewenya Ivan, temen kuliah gw, make up artist, kebetulan dia lagi mau bikin brosur buat promosi servicenya dia. Somehow gimana ceritanya gw ketemu sama temen gw & dia nawarin gw buat yang motret foto2 buat brosur cewenya. Whoa! Gw sama sekali gak ada pengalaman motret model, apalagi modelnya udah ada pengalaman + lengkap sama make up artistnya juga.

Tapi bener kata si Ivan, kalo gw gak nyoba kapan bisa. Akhirnya berangkatlah kita ke Kota Tua (untuk pertama kalinya) tanggal 11 November 2008! Dan ini juga pertama kalinya gw bela2in bangun pagi demi motret, dan hari itu gw bangun jam 4 pagi aje, takut telat. :(

Kota.Tua.Model.Photoshoot-8933.jpgKota.Tua.Model.Photoshoot-9046.jpgKota.Tua.Model.Photoshoot-9091.jpg
jepretan seorang newbie

Gw bener2 gak tau di Kota Tua tuh motret boleh sengene2 gw apa harus ada ijinnya, akhirnya gw nanya2 ke tukang teh botol sekitaran situ. Kata dia yang gak boleh/musti pake ijin tuh kalo fotonya di dalem museum. Dapet rekomendasi juga dari dia kalo mau foto pagi2 deket2 pintu ato jendela dulu aja mumpung belom pada dibuka.

Alhasilll, berbekal ke-newbie-an gw di dunia motret model, teknik, dan referensi tempat. Berhasil juga gw motret hari itu cuma ngandalin lensa 18mm-55mm f/3.5-5.6 IS sama 50mm f/1.8 II gw, dan saking pemulanya gw, gw lupa gak pake reflektor! :( Tapi cukup puas juga gw sama hasilnya, untuk seukuran amatiran kayak gw gini.

Kota.Tua.Model.Photoshoot-9145.jpgKota.Tua.Model.Photoshoot-8948.jpg
(L) Gw, Ivan, Feli, Kezia (R) Feli and Kezia

Friday, July 4, 2008

stroll around! : blok m - mayestik

Hari kedua liburan gw sebelom SP dimulai...


Kemaren malem Sandy, temen SD gw, minta dikawal ke 'Hey Folks!', salah satu distro di bilangan Mayestik. Dia bakal cabut pake bis jam 8 dari Karawaci, and guess what, bis buat balik ke Karawacinya baru ada lagi dari Blok M jam 6 sore, iya, jam enam. Berhubung bbrp hari ini gw pengangguran total, gw ngajakin klo ke Jkt-nya hari ini aja, singkat cerita deal tercapai, meeting point menyusul esok hari.

Dalam rangka pengurangan global warming, gw tinggalin motor di rumah dan memutuskan buat naik KWK (angkot), yah paling nggak sedikit sepenanggungan sama si Sandy yang dari Karawaci naek bis. Gw janjian sama si Sandy meeting pointnya di halte depan Gereja Effata Melawai jam 9, gw baru cabut dari rumah jam 8.40, tentunya suatu hal yang agak nggak mungkin KWK bisa 20 menit sampe pangkalan Blok M ditambah ngetem sana sini.

Gw ngaret 20 menit. Pas gw nyampe di halte tempat si Sandy nunggu, di sampingnya ada om2 gw pikir si Sandy udah sempet ngobrol sama tu om2 selama nungguin gw. Ternyata nggak. Malah yang ada pas gw nyamperin Sandy, itu om2 tiba2 nanya gw:
"Mas, kalo ke Kuburan Jeruk Purut ke arah mana yah?"
Apa muka gw kayak kuncen (*penjaga kuburan) yak? Sampe kemunculan gw disambut sama pertanyaan kayak gitu. Ato mungkin di muka gw samar2 ada peta Jakarta Selatan gara2 gw udah ampir 2 taun disini? Gak tau deh yah.

Jam 9.40, perjalanan by foot dimulai ke arah Mayestik. Jam 10an lebih dikit udah ktemu 'Hey Folks!', tapi beruntungnya kita, distronya belom buka. Untung kafe di sampingnya udah buka, daripada nganggur sampe jam 11, jajan minum dikit dah disitu. Gw beli ice tea carnaby yang rasanya mirip2 sama tebs, ntah mungkin karna hasil blendernya kali yah (ice tea carnaby: es teh manis blended).

Jam 11an lebih dikit, ya hampir jam 12an lah bisa dibilang, baru dah ni distro buka, untung yang dikhawatirkan gw sama Sandy (distronya baru buka abis jumatan) gw terjadi. FYI, di distro ini juga jual kamera lomo, yang gw liat tadi ada Diana sama Oktomat, malah klo gak salah ada polaroid juga, 'Hey Folks!' juga terima scan roll film tuh.

Jam stengah 1an beres udah keperluan di 'Hey Folks!', si Sandy beli cd titipan temennya sama 1 cd buat dia sendiri (biar gak rugi kata dia), sementara gw, ya nggak beli apa2. Perjalanan dilanjutin lagi, kali ini balik ke arah Blok M Plaza, tapi tentunya pake shortcut sana sini. Sampe di BP langsung ke atas cari toko buku Metanoia buat beli tiket Passion World Tour tanggal 5 Agustus ntar.

Barang yang dicari si Sandy udah dapet. Yang gw cari juga udah dapet. Nah sekarang giliran perut yang cari barang. Pilihan tertuju ke McD atas dasar statement si Sandy yang menyatakan "Gw udah lama gak makan junk food", dan tentunya gw sebagai guide yang baik meng-'kasihh dahhhh'-kan pilihan itu. 2 ayam, 1 nasi, 1 reguler coke udah cukup.

Sembari makan, si Sandy membeberkan gosip aktual mulai dari go internationalnya AgMon yang gak jadi2, putusnya Acha-Irwansyah, rencana kawin BCL, sampe rencana Cinta Laura nyanyi lagu bahasa Urdu (yang tentunya yang terakhir ini gw buat2 aja). Di tengah2 makan gw juga tiba2 muncul segerombolan SPG matahari makan bareng di McD, mungkin 8 orang. Mulai dari yang mirip Omas dibedakin, sampe yang bening tulen ada! Tapi tetep satu persamaan mereka semua: seragam, rok pendek, stoking item. Sisanya sepatu yang warnanya mismatch sama atasan mereka2 (mungkin ada bbrp yang warnanya matching). *????????*

Jam 3an, petualangan dilanjutin ke arah lorong biru antara terminal Blok M - Melawai, surganya tukang tawar, mulai dari sepatu, tas, jam tangan, sunglasses dibandrol harga yang masih bisa digoyang. Untungnya si Sandy bukan tukang nawar, cuma tukang window shopping aje dia. Satu yang beda dari tuh lorong setelah udah berapa lama gak gw lewatin: BANYAK BATIK! Fenomena abis nih kayaknya batik, latahhhh.. latahhhh.., lo bayangin aja sampe sepatu aja dibatikin. Mbok bukannya dari dulu toh cinta batik.

Next stop is Pasaraya Grande, wisata kuliner dimulai kembali, kita masuk ke area Wajan Nusantara, berhubung masih suasana ulang taun Jakarta, di foodcourt bawah situ ada jajanan gerobak mulai dari kue cubit sampe kue pancong, dari kerak telor sampe es doger, semuanya bener2 gerobak abang2 pinggir jalan, bedanya yang abang2 lebih dandan aja sekarang gara2 tampil di mall.

Our stomachs is already full, jadi lagi2 wisata kuliner minuman doank. Si Sandy ambil es doger yang entah gimana ceritanya gara2 abangnya lagi gak ada, yang bikin es dogernya jadinya tukang kerak telor, tapi masih enak juga ternyata es dogernya. Sementara gw beli teh tarik, ntah kenapa lagi demen aja sama ni teh.

Masih jam 4, bis ke Karawaci masih baru dateng 2 jam lagi. Killing time needed. Berlanjutlah ngiderin Pasaraya mulai dari Planet Sport di lantai 6 yang koleksi Converse-nya ampun2an banyaknya, btw, yang nyari Converse (Red) edition ada tuh beberapa modelnya disitu. Berlanjut ke lantai2 di bawahnya, berujung di A&W si Sandy beli rootbeer buat perbekalan ke Karawaci.

Bis ke Karawaci berangkat, selesai tugas pengawalan gw, gw pun balik lagi sama KWK. Turun biasa di Sate Tomang (bukan di Tomang tapi di Cipete). Tadi pagi gw naik dari situ - Blok M bayar 2500. Pas malem gw kasih 2500 malah dibilang kurang gope. Suka2mu lah, bang!


*foto2 ntar diupdate, udah gw masukin facebook juga sih, liat aja sini.

Sunday, May 11, 2008

kopdar kedua improv jakarta.

Akhirnya, KopDar ke2 terlaksana juga, mungkin ada baiknya kalo diceritainnya berdasarkan kronologis kali yah.

Yang dateng kopdar kali ini (ki-ka): Agent JekJon, Agent Ferdi, Agent Puncs, Agent KD, Agent Rydio, Agent Qronoz, Agent Elmer, Agent TG
Yang gak ada di foto: Agent Andhika


Abis semuanya kekumpul, gak afdol rasanya kalo cuma kopdar aja, jadi akhirnya tercetuslah bikin scene kecil2an. Scenenya sederhana aja, masing2 agent nyebar di pintu2 yang ada di Gelora Bung Karno. Trus ntar Agent Ferdi bakal start ngikutin korban yang diincer & agent2 lain bakal nimbrung juga setiap Agent Ferdi lewatin masing2 mereka. Sampe satu puteran selesai & semua agent udah kekumpul, puteran kedua bakal dibikin model2 "Follow The Leader", jadi orang yang kita ikutin bakal kita ikutin semua gerakannya. Sampe satu puteran beres, kita langsung nyebar ke lagi & ktemuan di meeting point.

Nah, itu tadi plan-nya, tapi apa daya, GBK sore tadi crowdednya ampun2an sama mobil2 yang parkir buat acara pameran audio mobil gt. Total 2 attempts yang kita cobain, orang pertama bapak2, baru sampe setengah jalan (pas Agent Puncs) nimbrung, si bapak2 ini mulai risih akhirnya dia langsung udahan larinya. Okeh, diulang lagi jadinya dari awal.

Attempt kedua bapak2 juga, tapi kali ini kita pilih yang larinya rada lambat biar kitanya gak cape2 amat, ternyata ampir sama juga, pas udah 1 puteran (smua agents udah di belakang itu bapak2), ternyata speednya konstan aja, padahal kaki udah pada gempor, belom lagi Agent Rydio & Agent Elmer yang sampe lepas sepatu segala. Yang miscalculated sebelomnya tuh kita gak pikirin gmn klo targetnya kita tiba2 berenti di tengah jalan buat ngehindar dari kita, inilah yang kejadian sama bapak2 yang kedua, pas dia udahan kita malah bingung, Akhirnya satu per satu rontok di rumput terdekat, engap kurang oksigen. :D

Tadinya sempet kepikiran lagi buat bikin scene di deket tempat pameran audio mobil, tapi berhubung masuknya aja udah musti bayar 15ribu, diurungkanlah niat buat bikin scene ke2, ujung2nya pada cari makan di deket Patung Panahan, dinner bersama lah judulnya.

Dilanjutin sama photo session + ngomongin kumpul laginya kapan + scene2 slanjutnya. FYI, kalo di KopDar #1 di Taman Anggrek mayoritas agents datengnya dari barat sama timur, kalo yang hari ini mayoritas dateng dari selatan. Hidup anak selatan dah pokonya! :D Buat next mission bisa dicek langsung disini aje yah.



*buat videonya nampaknya juga gak gt bagus, lo bayangin aja musti bikin hidden cam tapi sembari lari2, yang ada lagi2 Cloverfield style, mungkin lebih parah. :)

Sunday, April 27, 2008

skycreepy. sukses parah!

Guerilla Improv Jakarta.
April 26th 2008.
It's our first official mission.
Inspired by Mission:Singapore's Calling Aliens.



It's 1000% accomplished, we didn't say something, but a stranger provoke the others that there's someone up the building will do a suicide jump.

After our agents leave the scene, the crowd remains there and keep looking up the building. Some people asked each other what's going on, some of them thought that THERE IS suicide jumper up there, some said there's a ghost appereance, some said there's a kind of reality show like Fear Factor being shoot up there.

*sorry for the Cloverfield-style video. We use video mode from pocket camera.

SkyCreepy Agents | Guerilla Improv JakartaSkyCreepy Agents | Guerilla Improv Jakarta

Monday, April 14, 2008

pantat berasa ilang.

Pengen tau kenapa pantat gw berasa ilang?


Sabtu (120408)
Gw bangun jam 1/2 6 pagi. Kayaknya fenomena ini jarang banget gw lakuin sejak awal semester kemaren, secara kuliah gw hari Sabtu startnya baru jam 11 siang. Tapi buat hari Sabtu kemaren, gw musti bangun pagi soalnya beberapa hari sebelomnya udah dikabarin Fadli & temen2 UI (yang bakal bikin dokumentasi Parkour) buat bangun pagi soalnya shoot bakal mulai jam 1/2 7an.

Gw baru tau kalo hari Sabtu pintu masuk GBK yang biasa gw masukin ditutup, jadi terpaksa gw masuk lewat pintu yang musti bayar 1000 perak, ditambah parkir motor 2000 perak (yang untungnya dibayarin Tora ^^). Pas gw dateng ternyata anak2 UI udah pada dateng duluan (FYI, mereka bikin dokumentasi Parkour buat TKA mereka yang dikumpul bulan Juni).

Good news buat hari itu, gardu boleh dipanjat! Katanya udah dimintain ijin jadi gardu yang dulu sempet bermasalah gara-gara ada tapak sepatunya khusus hari ini boleh dilibas. Sayangnya pager dll pada basah sisa ujan kemaren malemnya jadi rada susah juga mau ngapa-ngapainnya. Meja buat latian diving vault juga hari itu bisa dipake, tanpa gangguan orang yang bilang kalo tuh meja takut rusak gara-gara dipake latian vault. :) Plis deh tuh meja kan masih lebih parah pas dipake instruktur senam yang loncat-loncat ajojing 3x seminggu diatasnya. Seperti biasa, ilmu Kong gw munculnya mood2an, untung hari itu stlah dipancing berkali-kali berhasil juga.

Apa yang penting dari shooting dokumenter? Wawancara. Terhitung 3 orang (Bhakti, Fadli, Tora) di make-up layaknya presenter sebelom siaran. Mulai dari Bhakti yang di make-up lama bener, lanjut ke Fadli yang milih buat make-up sendirian, sampe Tora yang make-up secepet kilat (ternyata masih ada jiwa feminimnya juga ini makhluk).

Beres shoot di Pintu VII, meluncurlah anak2 PK Jakarta ke Taman Ria Senayan. Disini shoot gak gitu lama, cuma shoot tentang eksplorasi spot sama tracking dikit. Kendalanya ya itu, cuaca. Gak lucu juga kan kalo DV Cam keujanan? Yah sambil nunggu ujan coba2 spot yang ada di basement dah, lumayan ada tempat buat latian wall hop. Latian disini diakhiri sama makan siang bareng dari konsumsi yang udah disediain sama temen2 UI. Yummy yow!

Minggu (130408)
Hari ini shootnya baru jam 3 sore. Beberapa udah shoot duluan di Taman Menteng, tapi gak kebayang gw klo pagi2 ikutan bisa2 rontok badan gw. :) Gw nyampe di Pasar Festival ternyata udah ada Kiky sama Aldika, yang lain masih pada otw dari Taman Menteng katanya.

Gak ada 1/2 jam smuanya udah pada ngumpul, kali ini lebih banyak yang bisa dieksplor & lebih fun pastinya. Gw nyobain manjat tembok pembatas stadion yang didalemnya ternyata lagi maen anak Binus lawan BSI (yang ternyata pas gw manjat masuk tuh skor sementara Binus kalah 5-0). Maksud hati gw keluar lewat pager yang biasa gw jalan keluar yang sialnya ternyata dikunci, gw baru nyadar kalo masuk ke dalem stadion hari itu musti pake tiket, pura2 lah gw pake muka tanpa dosa keluar dari pintu tempat ticket box sambil nunduk + pasang keyword 'permisi2'.

Pas gw balik keluar, si Robin ternyata udah manjat masuk juga, yang sialnya, pas dia turun ketauan satpam. :D:D:D Mungkin gara2 itu satpam jadi berulah, ngedatengin kita yang lagi latian trus dimintain ijin + basa basi birokrasi yang lain, alesannya kali ini bukan 'nanti cat kotor', tapi mereka bilang 'kalian mengganggu ketertiban umum', WTF? Akhirnya Fadli & Bowo yang lanjut ngobrol sama satpam2, kita2 stay gak ngapa2in sampe akhirnya dapet kabar lagi dari Fadli buat lanjut.

Gak jauh dari situ ada spot yang bisa dipake buat gap jump+dismount+drop, diperawaninlah tu spot sampe muncul lagi satpam (seragamnya beda), kali ini bilangnya 'ijin dulu aja mas, ntar kalo ada apa kan repot', WTF again! Untungnya pas ditegur itu pas shoot di spot itu udah beres. Mungkin udah waktunya cari spot baru buat latian rutin nih.

Matahari terbenam, hari mulai malam, sekarang malah pada pindah latihan ke depan PasFes, disini malah aneh, gak ada satpam yang negur, padahal jelas2 tempatnya lebih umum dibanding di belakang deket stadion, tapi yaudahlah, rejeki kok ditolak. :D

Tiba2 ada ide dari Fadli buat tracking ke jembatan Busway, larilah rame2 dari depan PasFes ke jembatan Busway, ributnya udah gak ktulungan, you know lah, tuh lantai jembatan cuma kaya lempengan2 wajan doank. Yang paling gak bisa didapetin dari tempat latian biasa dibanding latian di jalanan tu reaksi orang2 skitar, pas gw ambil shortcut lompatin pager jalan ke jembatan busway, ada tukang warung yang pas gw mendarat di sampingnya cuma ngluarin suara 'Howh?' sambil bingung2 :D Ternyata latian di jalanan lebih asik daripada di tempat latian biasa, bisa nih mulai minggu2 depan. :P

Shoot hari ini berakhir (lagi2) sama makan rame2, tetep konsumsi dari temen2 UI. :) Kali ini dapet bonus kue tart pula, manteb dah!


Yah, demikianlah penjelasan singkat (???) kenapa gw bangun pagi ini berasa pantat ilang, kaki tegang, tangan pegel2. :) Anyway, thx buat temen2 UI yang udah jadiin Parkour buat bahan TKAnya, semoga TKAnya sukses, cepet2 jadi sarjananya. :) *gw kapan sarjananya yah ni?*

Dash VaultInterview: Tora
Check TrackWater Anyone?

----------------
Now playing: Pat Metheny - Airstream
via FoxyTunes

Wednesday, April 9, 2008

guerilla improv jakarta: mission 1 blueprint.

Hari ini gw, Babi, Friska, bareng temennya Babi survey ke TA buat ngecek tempat bikin misi resmi pertama Guerilla Improv Jakarta. Buat yang belom nangkep guerilla improv itu apaan, silakan klik disini. Setelah rembukan, akhirnya didapetlah 3 scene yang bakal kita bikin disana. Kemungkinan scenenya bakal kita bikin tanggal 26 April 2008, soalnya ngepas banget hari Jumat tuh trakhirnya UTS di Binus, tapi bukan brarti yang boleh ikut anak Binus doang kok. We call our mission: The Triple Trouble.
  1. Cell Phone Symphony. Gw dapet inspirasi bikin scene ini abis liat grup ImprovEverywhere di New York yang berhasil bikin bingung counter penitipan barang. Jadi di misi ini kita bakal ngebagi 2 jumlah agents yang berhasil kekumpul, terus bakal kita bagi jadi grup caller sama receiver. Makin banyak tentunya makin bagus. Jadi ntar grup receiver bakal setting handphone jadi ringtone standar sesuai merek masing2, terus disetting ke profile yang paling keras volumenya, trus ditaro ke dalem tas. Grup receiver bakal masuk ke Gramedia TA sendiri2 (biar gak keliatan barengan). Grup caller bakal stay di lantai 4 depan XXI TA buat nerima aba2 nelpon grup receiver. Klo masih bingung bisa langsung nonton videonya di link di atas deh. Total mungkin sekitar 1 jam buat scene ini.
  2. Yell Out Nothing. Beres dari misi pertama, semua agents yang tadinya receiver kumpul di bareng lagi semuanya di lantai 4, depan XXI, tapi kali ini jangan langsung ngobrol2 sama temen2 laen yang kita kenal, stay, pura2 gak kenal sama yang lain. Misi berikutnya bakal ada hubungannya sama Ice Skating di lt.3. Ntar smua agents stay di deket pager buat liat skate rink di lantai bawah, sampe ntar ada 2 ato 3 agents yang nriakin sesuatu arah skate rink, ntar smua agents yang masih posisi blom nempel ke pager bakal langsung ikutan ngerapet ke pager & nriakin ke arah bawah juga. Target yang bakal ditriakin sih orang yang lagi di skate rink trus jatoh mendadak. :D Skitar 5 menitan lah kita bakal menggila di scene ini.
  3. Follow The Leader. Klo yang ini inspirasinya gw liat dari GuerrilLA (Los Angeles), sempet dicoba juga di kampus tapi gak bgitu jalan lancar. Jadi abis kita triak2, again, jangan sampe kita langsung ngobrol2 lagi sama yang lain, bolehlah ngumpul 2-3 orang, tapi jangan sampe ngumpul rame2. Sekarang kita bakal nyebar di area skate rink sampe ke tangga jalan ke lantai 3, trus di lantai 3 juga agents bakal disebar, klo bisa nyebarnya rada luas. Trus bikinlah ksibukan sendiri2, ada yang lagi denger mp3, maen HP, ato baca buku, malah klo ada yang sambil minum coffee/makan ice cream cone juga silakan. Pokonya ntar bakal ada salah satu agents yang jadi leader buat kita ikutin, trus kalo tu agents lewat di depan kita, kita langsung ngekor di belakang dia jadi 1 line rapi. Jadi ntar bakal kaya bikin antrian panjang banget. Tapi intinya di scene ini, NO LAUGH PLEASE.
Briefing bakal dibikin di Kampus Anggrek Binus hari H (Sabtu, tanggal 26 April 2008) skitar jam 11 siang, kalo bisa pada makan dulu biar dari Binus bisa langsung ke TA. Kalo yang bukan anak Binus, langsung aja ngumpul di depan XXI TA, tar sebelom mulai bikin scene kita bakal rebrief ulang disitu.
Jadi, berminat saudara2? Bisa bales ke comment ini klo gak message gw via YM (klik link di kanan page gw) klo gak YM ke si Babi (Dipta), id dia grafith_pradipta. Ditunggu partisipasinya yah, Agents! Kalo bisa ajakin juga temen2 biar rame, soalnya dari mission pertama ini mo diliat jumlah Agent yang kekumpul ada berapa, biar bisa dilanjut sama scene Freeze ntar.

List of Agents:
  1. Agent Dipta
  2. Agent Daniel
  3. Agent Felikz
  4. Agent Tora
  5. Agent Ferdi
  6. Agent Na
  7. Agent Nicoe
  8. Agent Iewan
  9. Agent Martie


Update 090408:
  • Sempet ada yang nanya ini tujuannya apa. Yah yang pasti global chaos and confusion lah yah, selain itu orang2 skarang kan udah pada cuek2 tuh, gak ada salahnya kita bikin scene yang bikin mereka care sama sekitarnya (halahhhhhhh). Tapi yang paling penting, all we gotta do is have fun! :D
  • Actually, di scene 2 masih lagi diomongin juga penting/ngga-nya.. :D Tapi yang pasti kita gak triak2 ga jelas kok, paling kita neriakan yang lagi pada maen ice skating.. :D
Update 110408:
  • Scene 2 sebenernya udah gw pikirin sblomnya kalo ntar malah bikin rusuh, ujung2nya malah urusan sama security ribet juga yak. Emang chance buat lebih ketauan kalo kita dibuat2 tuh bakal lebih keliatan di scene 2.
  • Kmungkinan scene 2 bisa diganti sama yang mirip2 Mission:Singapore bikin, Calling Aliens, nih scene cocok buat dikerjain abis Follow The Leader. Tapi mungkin kita gak bakal ikutin sama, paling kita bakal bikin scenenya di depan TA (di daerah penyebrangan jalan yang aspalnya dicat putih biar kita bisa berdiri tengah2 situ), trus masing2 kluarin HP (gak pduli ada kamera ato nggak), trus arahin ke arah tower2 TA. Yah tapi ini sih masih ide aja yak...
Update 140408:
  • Jumlah agent yang ditarget paling sedikit 30 agent, jadi klo misalnya ntar jumlah agent yang kekumpul gak nyampe mungkin dicancel dulu scenenya klo ngga kita cuma bakal bikin offline meeting buat ngomongin possible2 scene kedepannya. :)

*please check for updates daily. jangan lupa juga join grup guerilla improv jakarta disini.

----------------
Now playing: Relient K - Pressing On
via FoxyTunes

Saturday, March 22, 2008

so not in luck.

Gila, today I was completely out of luck.

Satu, ke kampus udah buru2 tau2 gak ada dosen. (doi lagi belanja2 di salah satu FO di Bandung kali)
Dua, Niat hati ke Books and Toys Exhibition, malah salah masuk pameran. Gw malah masuk ke pameran pertanian, bayar 5000 pula! Di tiketnya ada voucher buat ditukerin taneman, gw tuker, pas kluar gw baru nyadar kalo gw gak mungkin bawa pake motor. Langsung gw pura2 duduk2 depan JCC, pura2 dapet sms, trus ke mas2 yang duduk di samping gw bilang:
"Mas2, mau taneman? Ini saya dapet dari dalem."
"Taneman apa yah mas?"
"Ini mahoni kalo gak salah.. Saya naik motor jadi nggak bisa bawa ginian.."
"Oh, boleh mas, kebetulan saya bawa mobil, makasih banyak yah mas.."
"Iya sama2 mas.." (padahal gw juga rada2 males bawa tuh taneman, masa daunnya cuma 3?!?!)


Stlah gagal ketemu pameran mainan di JCC, gw tanya ke security disitu. Mereka bilang pameran mainan di Istora. WTF? Gw jalan kaki dah ke Istora, pas nyampe Istora, KOSONG! Sheeeeet. Gw pun ganti tujuan, gw ke arah patung archer yang ada di barat Gelora Bung Karno. Ternyata mendung, batal dah bikin eksperimen HDR.



Lebih lengkap lagi, UJAN! Gila dah luntang lantung gw gara2 goal gw sore tadi gak ada yang kesampean 1 pun, padahal udah kluar duit pintu masuk, bayar pameran agrikultur, bayar parkir.. :( Yang paling penting, tugas laporan gw belom selesai cuy! BAM!

Mohon maklum untuk blog yang sama skali gak jelas ini. Maklum lagi gila.