Artikel berikut merupakan wawancara dengan penjelasan yang luas dan sangat mendalam yang pernah dilakukan bersama David Belle, sang pendiri parkour. Dalam wawancara tersebut David memberikan penjelasan mengenai berbagai macam topik mencakup peralihan profesi dari menjadi seorang pemadam kebakaran hingga menjadi seorang aktor, proses belajar dan latihan parkour yang didapatkan dari ayahnya, dan rencana di masa depan terkait dengan aktivitas parkour dan mengembangkan pengetahuan serta aktivitas lain dalam berbagai segi kehidupan.
Wawancara ini dilakukan hanya beberapa bulan setelah peluncuran film B13 – Ultimatum, dan disebarluaskan kepada publik melalui Australian Parkour Association (Asosiasi Parkour Australia / APA). Ucapan terima kasih secara khusus diberikan kepada Raphael Koster yang telah melakukan wawancara secara langsung dan juga Benjamin Mossé yang telah menterjemahkan wawancara tersebut.
_________________________________________________________________________
Kenapa anda memilih untuk beralih profesi dari sebagai pemadam kebakaran menjadi seorang aktor/stuntman?
Pertama-tama, setelah menjadi seorang pemadam kebakaran, saya bergabung dengan angkatan bersenjata. Saya tergabung dalam infantri militer. Merupakan suatu kebetulan bagi saya untuk tergabung dalam dunia perfilman. Itu bukanlah merupakan sebagai suatu pekerjaan. Bukan sesuatu yang saya ingin lakukan semenjak kecil. Apa yang saya inginkan hanyalah untuk membuat olahraga saya dikenal: yakni agar parkour dikenal dan diakui. Kakak saya pernah menunjukkan video singkat saya kepada media dan mereka pun tertarik, yang akhirnya menggiring saya ke dalam dunia perfilman. Akan tetapi, akting bukanlah sesuatu yang pada dasarnya ingin saya lakukan. Sekarang saya berada di bidang tersebut, saya mencoba untuk dapat menikmatinya dan tidak membuang kesempatan yang diberikan. Jika terdapat kesempatan dalam dunia perfilman, saya akan mengambil kesempatan tersebut. Bila memang tidak memungkinkan, saya akan mencari sesuatu yang lain. Walaupun demikian, saya tidak memikirkan untuk berkarir di bidang tersebut. Saya merasa lebih dari sekedar bahagia dengan "District B13". Hal tersebut dirasa sudah lebih dari cukup bagi saya untuk dapat menceritakannya kepada anak-anak saya. Pada saat setelah menyelesaikan B13, saya katakan kepada diri saya sendiri: “Kalaupun hanya akan ada satu ini (District B13), saya sudah cukup bahagia karena parkour telah mendorong saya untuk melakukannya; untuk dapat mengenalkan parkour kepada masyarakat umum dan juga membuat saya dikenal.” Untuk kelanjutannya, lebih baik untuk tidak membuat suatu rencana apa yang harus ataupun tidak boleh terjadi.
Anda berbicara seolah-olah anda tidak membuat suatu keputusan pun berdasarkan keinginan anda sendiri, seolah-olah itu semua terjadi dengan sendirinya...
Memang semua terjadi seperti itu... saya tidak memiliki suatu strategi. Saya tak pernah mencoba “menjual” diri saya untuk beraksi dalam film. Saya tidak mengharapkan apa pun. Itu semua bermula dari sebuah film dokumenter yang pernah ditampilkan pada televeisi. Sejak itu, saya hanya mengambil apa yang ditawarkan oleh orang lain. Bahkan pada hal yang terakhir, Prince of Persia, saya tidak meminta pekerjaan itu, mereka yang menghubungi saya setelah saya menyelesaikan film B13 – Ultimatum. Mereka menghubungi saya sekitar empat kali, mendesak saya untuk bekerja sama dengan mereka. Saya sedang mengerjakan film lain saat itu sehingga akhirnya kami menyepakati bahwa saya akan bekerja sama dengan mereka pada waktu-waktu luang yang saya miliki. Parkour kini telah melebur dalam bebagai hal dalam film, setiap kali ada aksi kejar-kejaran ataupun lompatan mereka menggunakan parkour. Kami dengan jelas dapat memperhatikan hal-hal tersebut, lompatan yang mereka lakukan tampak berbeda.
Apakah perbedaan antara menyiapkan diri untuk aksi ketangkasan (stunt) dalam film dan untuk proses latihan?
Saya melakukannya dengan cara yang sama. Parkour... saya sudah selesai dengan hal tersebut. Orang-orang mulai tertarik terhadap seni tersebut, tapi saya telah cukup mendalaminya. Saya juga memiliki ketertarikan pada hal-hal lain. Ketika seseorang membahas tentang parkour, saya tidak akan mengatakan, “Itu sudah terlambat”; umumnya saya akan menjawab, “Seharusnya anda datang ketika saya berusia 20 tahun. Saya sangat termotivasi saat itu... setiap detik dalam hidup saya adalah untuk parkour ketika itu.” Sekarang saya dapat belajar untuk memainkan musik, seperti gitar atau apapun itu; yang terpenting adalah saya ingin belajar banyak hal lainnya. Parkour bukan satu-satunya hal dalam hidup. Beberapa orang mengatakan kepada saya, “Parkour keren! Saya harus bisa melakukannya.” Saya juga memiliki beberapa ketertarikan pada hal-hal yang lain. Parkour merupakan suatu metode latihan yang sebaiknya setiap orang melakukannya karena dapat membantu untuk memindahkan diri kita (bergerak) dalam lingkungan perkotaan (urban) ataupun alam bebas dan belajar untuk beradaptasi diri pada lingkungan tersebut. Bagaimanapun, bagi saya, belajar hal-hal lain seperti memasak merupakan hal yang penting seperti halnya dengan melakukan parkour. Mengetahui bagaimana cara untuk memperbaiki mobil, menolong orang lain yang mengalami serangan jantung, dsb., bagi saya hal-hal tersebut adalah hal yang paling mendasar dalam hidup. Saya tidak seperti penggiat suatu seni bela diri yang pada usia 80 tahun tetap melatih gerakan (pukulan) yang sama terus-menerus. Bahkan pada hal tersebut tampaknya orang tersebut belum bertarung untuk hidupnya dan saya ingin mengatakan kepadanya, “Berhentilah memukul, tenangkan diri, dan hiduplah secara normal; nikmati hidup anda,” karena akan menjadi terlalu kaku bagi seseorang apabila terlalu terfokus pada suatu hal saja... dan saya tidak ingin berakhir seperti itu. Ketika anda mendapatkan ijazah mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), anda tidak akan bergerak untuk menyelamatkan orang lain setiap hari tapi lebih seperti “jika sesuatu terjadi, saya akan tahu apa yang harus dilakukan.” Saya selalu berlatih parkour dengan mental seperti demikian. Persetan bagi saya apabila ada yang mengatakan kepada saya, “Hey, berikan suatu contoh demonstrasi! atau apa pun lah namanya...” Saya tidak pernah berlatih parkour untuk memberikan suatu pertunjukan atau sekedar pamer. Bagi saya, parkour adalah sesuatu yang bersifat personal. Hanya saja itu menjadi popular dengan sendirinya. Saya bukan orang yang menaruhnya di internet.
Apakah alasan ketidaksetujuan anda dengan Yamakasi adalah karena mereka memindahkan parkour ke dalam film dan pertunjukan?
Tidak. Ketika saya benar-benar memikirkan hal tersebut, tidak ada isu atau persoalan apapun dengan Yamakasi. Saya hanya melakukan latihan yang diajarkan oleh ayah saya. Ketika anda mendengarkan mereka (Yamakasi), mereka akan menjelaskan bahwa mereka melakukan sesuatu yang mereka ciptakan sendiri. Kami semua tinggal di daerah yang sama. Lagipula saat ini grup Yamakasi sudah tidak ada lagi, semuanya telah beranjak pergi; kini disebut sebagai sesuatu yang bernama “Majestic Force”. Ketika eranya Yamakasi, mereka lebih seperti “Kami Yamakasi, dan itu adalah sebuah olahraga”; sekarang mereka bergerak menuju Parkour Generation karena projek tersebut berjalan lancar. Kemudian saya bertanya kepada diri saya sendiri, kenapa hal tersebut terjadi? Kami memiliki olahraga yang sederhana, kenapa semua orang harus memberikan suatu nama yang baru? “Itu seperti parkour tetapi disebut sebagai Free Running...” Tetapi itu tetaplah parkour! Ketika anda pergi ke berbagai negara di dunia anda akan mengatakan “Saya bermain sepak bola ataupun bola voli.” Nama olahraga tersebut tidak berubah. Oleh karenanya kenapa kita harus merubah nama parkour kecuali anda ingin melakukan semacam bisnis dan berharap untuk berkata, “Saya adalah pencipta dari olahraga baru ini, persis seperti parkour hanya saja bedanya anda melompat hanya menggunakan satu kaki”? Mengganti satu hal hanya untuk mengatakan anda adalah penemu sesuatu dan dapat menghasilkan uang darinya. Tujuan dari parkour bukanlah untuk menghasilkan uang ataupun menciptakan bisnis. Tidak terdapat suatu tujuan keuangan (finansial) di dalamnya. Parkour seharusnya diajarkan kepada orang-orang yang ingin mempelajarinya. Jika mereka tidak memiliki uang maka itu bukanlah suatu masalah karena anda tidak membutuhkan uang untuk melakukan parkour, cukup sepasang sepatu yang bagus dan itu sudah sudah cukup. Sekarang orang-orang mulai berkata seperti “Perhatian! Akademi akan segera dibuka!” atau “Akan didirikan sebuah Pusat Parkour dan bla bla bla”. Bagi saya, mempelajari parkour adalah di luar (ruangan)! Latihan parkour yang sesungguhnya dilakukan di luar. Anda dapat saja melakukan apapun dengan pusat (pelatihan) tersebut, menambahkan beberapa matras, tetapi pada akhirnya orang-orang akan latihan di luar.
Kepentingan apa yang mendorong anda menciptakan parkour?
Ini merupakan sesuatu yang ayah saya telah ajarkan kepada saya. Saya telah melihat dan mendengar berbagai hal yang telah beliau lakukan sebagai seorang pemadam kebakaran – beliau benar-benar seorang legenda. Saya ingin mengetahui tentang sejarahnya. Terlepas apakah ayah saya memang diberkati maka dengan demikian saya tidak akan mampu seperti beliau, atau karena beliau telah berlatih keras untuk mendapatkan semua kemampuan itu dan dalam hal ini berarti ada suatu hal yang dapat diajarkan kepada saya. Kemudian saya mulai menyadari latihan-latihan yang telah dilakukan beliau. Beliau berlatih seperti latihan yang belum pernah saya lakukan selama hidup saya. Dibandingkan dengan beliau, saya hanyalah anak kecil yang sedang bermain-main. Ketika saya memikirkan semua latihan fisik yang telah dilakukannya, saya berkata kepada diri saya sendiri, “Apakah itu semua adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kemampuan seperti beliau? Semua itu terlalu berat!” Banyak orang membayar untuk mendapatkan pelatihan, tetapi dalam perkiraan saya jika ada yang berlatih satu hari saja dengan ayah saya, tidak ada yang akan datang kembali. Itu menunjukkan betapa beratnya latihan tersebut. Terlalu banyak orang berlatih dengan (pikiran) mudah “Ayo ikutan parkour! Keren lho!” Tetapi apabila saya mengajak anda untuk latihan yang sebenarnya, pada akhirnya anda akan menangis. Itu hal yang perlu anda pahami: anda akan menangis, anda akan berdarah-darah, dan anda akan berkeringat seperti yang belum pernah anda alami sebelumnya. Saya tidak berbohong mengenai hal ini. Kemudian anda akan datang kepada saya dan berkata, “Hey, saya ingin belajar parkour, tetapi santai saja, saya tidak ingin terlalu dipaksakan,” kalau begitu lakukan kegiatan lain saja! Ini adalah sesuatu untuk para prajurit. Sebuah metode latihan bagi para prajurit. Hal ini tidak seperti “Saya ingin belajar bertarung; tetapi jangan pukul aku terlalu keras karena aku tidak menyukainya.” Dengan demikian, lakukanlah sesuatu yang lain! Bila anda ingin menjadi prajurit yang sesungguhnya anda harus melewati masa-masa sulit.
Apa kegunaan parkour?
Mudah, kita memiliki dua tangan: digunakan untuk memegang sesuatu. Kita dapat memegang sesuatu untuk memindahkan diri kita sendiri. Kita dapat mengangkat diri kita sendiri. Kita dapat melompat dan lari dengan kaki kita. Kita dapat berenang. Secara insting, anda mengetahui bahwa anda dapat melakukan hal-hal tersebut. Ketika anda berenang anda mengetahui hal itu ada di dalam diri anda. Itu bukan untuk apa-apa. Anda tidak diharuskan untuk menjadi ahlinya, tidak seperti ahli panjat (tebing). Anda tetap dapat mengalami semuanya dan menurut saya itulah hidup. Jangan menutup diri anda sendiri terhadap sesuatu dan berpikir bahwa anda telah menemukan suatu kebenaran dan memahami hidup. Banyak orang membuka pikirannya melalui berbagai hal seperti musik dan melukis, begitu juga dengan parkour. Bagaimana tidaklah penting. Hal yang penting adalah membuka pikiran anda karena anda akan mendapatkan kebebasan melaluinya. Saya pikir ketika anda berlatih parkour, anda akan memahami arti kebebasan khususnya terkait dengan masyarakat. Hal tersebut benar-benar membuka pikiran saya. Tetapi bukan berarti akan memberikan efek yang sama kepada orang lain. Apa yang bagus bagi seseorang tidak selalu bagus bagi orang lain.
Apakah kebebasan dalam parkour?
Setelah sesi latihan yang baik, dan persiapan fisik yang bagus, kita dapat mengetahui kemampuan diri, dengan demikian kita dapat mengembangkan diri tanpa terganggu oleh orang lain. Tetap dengan menghormati yang lain, tapi tidak terganggu oleh yang lain. Sekarang saya harus membenarkan diri sendiri; khususnya kepada para polisi. Akan tetapi, saya juga memahami mereka, ketika mereka melihat saya sedang memanjat sesuatu, mereka akan berpikir bahwa saya telah mencuri. Terdapat banyak masa-masa sulit seperti itu sehingga saya berpikir untuk pindah ke negara lain seperti Thailand atau bahkan ke Inggris, atau di manapun tempat yang tidak menjadikan polisi sebagai suatu persoalan tersendiri.
Bahkan di Inggris?
Ya! Walaupun di sana terdapat banyak sekali kamera (keamanan), polisi mengetahui tentang parkour. Sedangkan di Perancis, ini menjadi suatu persoalan yang menyebalkan walaupun olahraga tersebut dikembangkan di sini (Perancis). Sudah sekitar 10 sampai 15 tahun sejak parkour pertama kali diliput oleh media di Perancis dan tidak ada yang mengetahui tentang hal itu. Saya seringkali ditanyakan hal yang sama berulang-ulang ketika kami berada di jalanan, persis seperti 15 tahun yang lalu ketika semua baru dimulai. Hal ini benar-benar membuat saya kecewa karena persepsi publik tidak dapat berkembang secepat perkembangan yang terjadi di dalam parkour itu sendiri. Seandainya saja kami memiliki sumber daya dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang bagus, sayangnya kami tidak memilikinya. Saat ini semua orang mencoba untuk membuat jalannya masing-masing, kita bergerak dalam suatu lingkaran; tetapi ini bisa saja dilakukan sudah sejak beberapa waktu yang lalu! Saya tidak akan terkejut apabila hal yang saya inginkan akan terjadi pada saat saya sudah berumur 60 tahun dan saya tidak mampu untuk bergerak seperti saat ini. Apa yang ingin saya capai adalah sesuatu yang lebih baik; sesuatu yang dekat dengan jalan. Mungkin suatu tempat berkumpul di luar. Saya ingin membuat suatu yayasan dan mendapatkan 500.000 euro atau bahkan 1.000.000; dengan itu saya dapat berkata, “OK! Mari kita investasikan uang tersebut untuk membuat tempat ini khusus untuk parkour.” Tidak seperti “OK.. bagus.. tetapi saya akan mengambil bagian saya karena saya yang menciptakan disiplin ini.” Tidak! Saya tidak akan mengambil satu sen pun. Jika kami mendapatkan uang tersebut, dikarenakan orang-orang memang menginginkan tempat seperti itu. Dengan demikian, kami akan menggunakan uang tersebut untuk membangun tempat yang diinginkan dan cukup seperti itu saja. Ketika saya sedang memikirkan hal tersebut, dengan uang yang saya miliki hasil dari film dan hal-hal lain, seperti halnya Yamakasi... seandainya saja semua terkumpul, semua (rencana) itu mungkin sudah selesai dilaksanakan. Tetapi sayangnya, semua orang melakukan keinginannya masing-masing, memperdebatkan kembali tentang asal mula semua ini, beberapa tidak mau mengakuinya bahwa berasal dari satu tempat; saat ini kami malah terpecah bukan menyatu.
Saat ini kami berada dalam suatu strategi “Divide and Conquer” (memecah dan menguasai, red.)
diterjemahkan oleh alniubi dari Forum Parkour Indonesia
sumber: http://www.misterparkour.com/interview-with-david-belle/
"slow is just another term for patience given by the obnoxious for a highly-dedicated person" - me
*tag dulu ah, ntar di srempet org lain lagi.. LOL*
inget ga pertama kali ketemu pacar lo yg skrg/mantan pacar..
tatapan pertama/ pertama kali liat.. "WOW.. yg ini nih.."
sama kaya lo pertama kali ngeliat parkour ini..
YAMAKASI? B-13? atau sekedar liputan di tivi lokal.. deg2an mulai muncul, jantung mompanya ga kira2, sepersekian detik itu.. semua senses turn off kecuali mata ( kalo ga inget, bisa2 lupa napas..).. semua ngalamin hal itu. ketertarikan/ interest.. normal..
beranjak dari detik itu, mulai deh nyari tau soal parkour.. sama aja kaya pujaan hati, nyari info.. namanya siapa, sekolah/kerja dimana, nomer telpon, hal2 lumrahnya yg biasa dicari tau (FB juga lha yaaa, jaman skrg..).. kitapun mulai cari tahu, ohh.. namanya parkour.. parkour tuh apa sih? seni berpindah tempat dari A ke B, wah di indonesia ada nih, ketemu deh forumnya, kota gw di X, wah ada nih kelas tiap minggu! and so on..
tapi gw belom tau apa2.. sebelom ikutan gabung ke sunday class coba ah cari2 tahu dulu: liat2 video, cari2 artikel ttg parkour.. ini nih biasanya saat kita nanya2 ke temen2nya si pujaan hati, si A gimana sih? sukanya apa? sifatnya kaya gimana? kalo kentut gw falseto dia responnya gimana? etc etc etc..
-------
ga bisa dipungkiri, tipe org tuh beda.. ada yg maju terus pantang mundur, pokoknya ketemu dulu soal info nanti deh tanya ama orgnya langsung aja... tapi ada yg seperti gw kasih contoh diatas.. nyari info dulu, membuat fondasi.. mengerti, supaya tahu musti ngapain dan menghilangkan kemungkinan "salah langkah"
-------
kenapa takut salah langkah? karena kalo salah langkah, tuh cewe/cowo pastinya bakalan kabur.. sama halnya dengan parkour.. emank sih kita kalo latihan terus, kan tetep latihan dan ga bakalan kemana2.. tapi pemahaman lo tentang parkour, kenapa lo berlatih parkour, dan apa itu parkour akan "kabur" dari hidup lo, karena simple.. yg lo latih itu bukanlah parkour, spirit yg berbeda, tujuan yg berbeda, dan pemahaman yg berbeda.. yg lo dapet bukan parkour, tapi parkour yg "kabur"/berbayang/ga jelas.. (bukan berarti free-running/ADD/tricking itu adalah parkour yg "kabur", justru kalo lo tau dan memilih salah satu dari itu semua akan lebih baik drpd parkour yg "kabur")
mungkin skrglah saatnya melakukan kontak.. sms/tlp/email/fb? apa aja deh.. first contact.. dan pada saat ini terjadi, ini lah saat2 lo mendapatkan hal2 yg perlu lo ketahui dari sang subject langsung.. mengajukan banyak pertanyaan, untuk menggali tentang si dia lebih dalem..
inilah saat dimana lo mulai gabung ikutan forum.. ketemu banyak org di forum/fb groups/IM.. membaca2 lagi artikel yg ada di forum, membaca perdebatan seputar parkour.. makin interest gila2an.. liat2 foto.. chatting dengan praktisi yg sudah terjun lebih lama bertanya banyak hal.. sampe hal2 goblok sekalipun lo tanyain.. (personal exp..
K E N C A N P E R T A M A
saat yg ditunggu2 tiba juga.. minggu pagi.. jam 8 tepat.. (ga mau telat donk.. bukan yg pertama aja, tapi untuk seterusnya juga.. masa janjian ama si dia pake telat.. kalo bete ngebenerinnya lama jek..
pertemuan pertama, direct physical contact.. saatnya lo bereksplorasi tentang si dia.. mengeksplor sedalam2nya yg lo bisa.. dan itu semua bisa dilakukan langsung eye to eye.. saat2 dimana lo mengetahui apa saja yg akan lo temui sejalan mempelajari parkour.. knowing what to expect in the future.
kalo dikaitkan ama hubungan lagi, lo tau dia kaya gimana, jadi lo harus tau juga gimana cara menghadapi dia..
the basic conditioning for parkour. membangun tubuh lebih kuat diluar kebiasaan sehari2.. membangun tubuh supaya mampu untuk mempelajari teknik2 paling dasar dalam parkour. sudah ilmu pasti parkour adalah sesuatu hal yg bisa dipelajari dengan melakukannya. dan lo ga bisa mempelajari kalo lo ga mampu untuk menggerakan badan lo sesuai dengan apa yg lo mau..
conditioning2 dasar yg meliputi push up, sit up, pull up, jogging, jumping, squat, etc.. plus beberapa conditioning ala parkour kaya quadrupedal movement, sprinting, dolphin push up, crank, pistol squat, exploding pull up, etc
mengkondisikan diri lo untuk menghadapi si dia.. kalo dia pengen A lo bisa cari A, kalo dia ga suka B, lo bisa singkirin B.. =)
setelah basic conditioning, barulah masuk ke dalem apa yg namanya teknik.. teknik disinipun hanyalah teknik2 pemula.. (teknik bikin dia tersipu2, teknik ngegandeng tangannya, teknik bukain pintu, teknik memandang penuh gelora, teknik bikin joke yg bisa bikin dia seneng.. HIHIHIHI
mula = fundamental = core element = inti.. ( megang tangan aja belon bisa gimana mo megang yg laen2? LOGISSS...)
sebut saja precision, climbing, balancing, landing, rolling, dismount sebagai teknik pemula yg diperlukan disini..
dijabarkan:
precision> lompatan presisi dari A(asal) ke B (tujuan) dengan ketepatan 100% dengan jarak yg bervariasi
climbing> climb up, memanjat suatu obstacle yg lebih tinggi seperti tembok, pagar, etc dengan efisiensi tenaga dan waktu
landing> mendarat setelah melakukan suatu lompatan ke area yg lebih rendah dari posisi asal.
rolling> abis mendarat yah kita rolling supaya impactnya terbagi rata. dari bahu keluar diatas pinggang. teknik yg benar tidak menyebabkan sakit.
dismount> atau turn vault. lompat mengitari object yg ada didepan dan berpegangan padanya sebelum melanjutkan ke posisi lain
penjelasan disini singkat aja, karena makan tempat dan waktu untuk lebih jelasnya, tanya aja ama instructor di kota asalnya directly pada saat sunday classes ya.. =)
. repetition . repetition . repetition . repetition . repetition . repetition . repetition . repetition . repetition . repetition . repetition .
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
setelah beberapa lama berselang...
udah tau si A maunya apa, ga maunya apa, teknik2 berjalan dengan mulus dengan tingkat keberhasilan yg tinggi, respon dari si A positip akjektip konjungtip! keselarasan tercipta .. udah saatnya nembak cing..
artinya, udah saatnya lo masuk ke jenjang yg lebih serius..
cirinya:
1. udah ga punya masalah lagi dengan melakukan conditioning dasar (cth: 20x pull up tanpa henti, 50x push up continious, joggin 30 menit non-stop, 30 meter quadrupedal nyampe, sprinting 10x50 meter) yg paling penting bisa menggerakan badan sesuai yg lo harapkan.. kenapa? karena disini lo belajar mengenal diri lo, kapasitas lo.. lo yg menentukan bisa atau tidak bisa.. limit lo terbentuk karena lo udah mengerti dimana lo berdiri.. dimana kemampuan lo..
2. teknik pemula pun ga bermasalah untuk di eksekusi secara continious (cth: 20x precision x3 (down level, on level, up level), gap jump to climb up 20x non-stop, balancing in a pole for 100 meters in total, etc) itu cuma contoh, limit lo lo yg tentuin sendiri sekali lagi.. tanpa masalah artinya perfeksionis.. 100% bersih..
3. respect on 4 things highly: yourself, others, environment, and parkour. respect bukan mengagung2kan, respect bukan membiarkan semua org tau gw ini TRACEUR/TRACEUSE, respect bukan gw bisa ngomong apa aja tentang parkour dan apapun itu pasti gw bener. respect itu lebih ke SERVING.. melayani.. serve yourself, others, environment, and parkour.. menjaga diri lo dengan baik, menjaga lingkungan, menjaga perasaan org lain (GA BIKIN KEKI DENGAN POSTINGAN "I CAN DO ANYTHING!".. aduh.. sabar ya kalian.. LOL:lol:)
kalo yg diatas dirasa sudah cukup.. dan komitmen untuk maju udah terbentuk, saatnya masuk ke tahapan berikutnya..
dan untuk masuk dan berlatih teknik2 basic (basic itu teknik dasar, lebih dalam drpd teknik pemula) sama seperti pas lo baru mau mulai belajar teknik..
harus conditioning supaya badan siap untuk belajar teknik pemula..
dan untuk belajar teknik dasar, badan harus dikondisikan untuk lebih kuat pula..
makanya diciptakanlah latihan conditioning yg tujuan utamanya membuat badan lebih kuat (strength) dan tahan lama (endurance) yg disebut sebagai SnC/ Strength and Conditioning..
SnC dilakukan dari awal sampai selesai.. mulai dari melatih strength untuk upper body (muscle up rep. is a must), lower body, endurance/speed running, endurance on beginner's techniques(precision up/down, balance both feet, climb up), drills (up/down hill quadrupedal, lifting uphill, etc) dan diselesaikan dengan reps(crunch+minipush+minisquat) untuk lebih jelas tanya instructor (maaf yah untuk instructor kota selain jakarta yg belom dapet SnC, sempetin ke JKT nyak, saya yg ga sempet kesono soale.. maaf sekali lagi)
kalau sudah siap dan tembakan kena sasaran, saatnya berlatih tenik2 yg lainnya.. (kalo tadi pegang tangan belom bisa, skrg udah bisa pegang tangan dengan mudahnya.. berarti... saatnya.... pegang2 yg lain.. duh..
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
*back to the topic..!*
basic techniques.. ini adalah pendalaman dari teknik2 pemula.. dari yg teknik pemula lo udah harus bisa penerapannya gimana cara menggabungkan satu gerakan ke gerakan yg lainnya tanpa terputus.. selain itu juga ada teknik2 lain yg akan dipelajari pada saat ini..
dibagi dalam 3 kategori besar (passing, climbing, and running methods)
1. passing method: itu teknik bagaimana melewati suatu obstacle.. entah itu besar, kecil, lebar, sempit, panjang, atau pendek.. bermacam2 obstacle yg mungkin menghadang dalam perjalanan point A to B..
macam2 teknik yg digunakan: passemant(speed, lazy, dash, reverse), saut de chat(cat pass), franchissement (Underbar), tic tac, lache
2. climbing method: berbagai teknik yg bisa dilakukan bila menghadapi obstacle yg ga bisa dipassing dengan satu teknik/gerakan mudah. biasanya lebih tinggi/rendah 1 level..(naik ke atas/turun kebawah)
macam2 teknik yg digunakan: wall-run(both hand reach, both feet launch), wall-hop(both hand reach, both feet launch), climb up(both hand reach, both feet launch), arm jump(one or two handed), dropping, demi tour down level(turn vault), advance rolling technique(both shoulders, both front feet), run-jump-land-roll drill
3. running method: running adalah teknik yg paling vital. 70% urban landscape itu plain field, 20% obstacle2 yg bisa dilewatin dengan passing+climbing techniques, dan 10% adalah random objects.. makanya running itu vital banget..
macam2 teknik yg digunakan: jogging, running, dan sprinting,up-hill/down-hill altitude, timed/distance (jogs, runs, sprints), flat ground/coarse surface, barefoot/ with shoes
biasanya ini saat2nya komitmen makin kuat. hub makin selaras.. challange yg terus datang yg bikin kita ga bisa bosen ama parkour.. karena selalu ada hal baru yg bisa dilakukan.. kalo pacaran mah, lagi anget2nya nyoba berbagai macam "teknik"/"style" kah? anda yg menentukan.. =P
kalo ditengok kebelakang.. ada banyak hal yg kita latih tanpa kita sadari.. hal2 itu terlatih dengan sendirinya as we walk trough this journey..
saat dimana lo semakin sabar ngadepin si tukang bete, lo semakin bisa nerima kekurangan si ga bisa di bilangin, semakin hafal si bawel kalo makan sop ladanya harus banyak, semuanya tanpa lo sadari.. lo belajar dari melakukannya.. dari kesalahan.. mengulanginya.. dan memperbaikinya.. experience
dan jika kita sudah tahu hal2 pendukung tersebut, saatnya menggali lebih dalam dan mengasah lebih tajam!
apa aja sih yg nyangkut selama perjalanan yg baru seiprit ini walau makan tahunan?
1.natural balance. keseimbangan lo akan semakin baik, kaya kucing, mo jatoh punggung duluan, bisa aja mendarat pake kaki..
2.intuisi. susah untuk dijelaskan, tapi ini adalah kemampuan untuk menebak hal yg akan terjadi.. bukan indra ke-6, tapi kalkulasi sepersekian detik yg terjadi dikepala lo untuk menghitung keadaan.. terlatih pada saat lo mau jatoh, lo mikir apa yg harus gw grab, kaki mana yg mendarat duluan etc etc
3.refleks. gerakan refleks yg bia dibilang ajaib (kalo dibandingin saat lo belom blajar parkour).. sama seperti intuisi, saat lo jatuh lo harus refleks. atau mau terbentur, lo bisa menghindar dengan cepat dalam pemikiran sepersekian detik..
4. flexibility. fleksibilitas badan. kelenturan badan kita dalam bergerak. bahkan mempermudah diri dalam kehidupan sehari2.
5.mind mapping. pola pikir, pemetaan pikiran. lo bisa melihat segala sesuatunya dalam bird's eye view.. saat melihat suatu medan, jalur yg akan lo lalui udah jelas keliatan.. sama halnya dalam menyelesaikan tugas/masalah.. apa aja yg harus lo lakukan udah siap dikepala beserta plan Bnya kalau2 itu gagal
6.focus. bisa fokus dalam tenggang waktu yg lama. entah itu dalam melakukan pekerjaan/menghadapi sesuatu atau hal lain.
7.precise aiming . aiming makin terasah.. kemana harus melangkah, apa yg harus dipukul, apa yg harus di tangkap. lo bisa nempatin tangan/kaki/jari/siku lo dimana lo mau. dengan tepat dan sesuai dengan yg lo harapkan.
8.kesadaran ruang. sama kaya mind mapping, tapi dalam lingkup yg lebih kecil.. menyadari apa yg ada disekitar lo tanpa harus lo fokus memperhatikannya.. seperti pada contohnya pas lagi nunduk/jongkok ada lemari yg kebuka diatas kepala, keliatan dari sudut mata dan bisa dihindari..
9.patience. kesabaran.. dedikasi dan determinasi dalam melakukan sesuatu/menghadapi sesuatu yg kadang memancing emosi. bisa dihindari dan diredam dengan pemikiran matang untuk mencari jalan keluar.. THIS IS THE BEST ACHIEVEMENT so far.. LOL
ke sembilan hal diatas adalah pecahan dari satu kata utama.. yaitu CONTROL..
kemampuan untuk mengontrol semua gerakan lo dan lingkungan lo..
blane aja bilang..
"power is nothing without control" - Chris Rowat
gali lebih dalam lagi semua hal diatas sejalan dengan pengembangan diri lo...
karena untuk belajar parkour ada 3 tahapan.. Physical, Psychological, and Spiritual..
fisik diperlukan untuk conditioning, kepala/otak diperlukan untuk mempelajari teknik2, dan spiritual adalah hal2 lain diluar kedua hal tersebut: kesabaran, fokus, aiming, intuition, dan hal2 lainnya diatas yg uda disebutkan.. =D
selesai sudah perjalanan ini...
selesai dipelajari..
skrg saatnya lo mengeksplorasinya lebih dalam..
pergi mencari 10% random obstacles diseluruh dunia untuk ditaklukan.. karena pada tahap ini pasti lo udah bisa menaklukan 70% empty field dengan running methods lo, dan 20% of common obstacke dengan passing+climbing methods lo.. tinggal 10% itu yg harus dicari!
explorasi dan saatnya memikirkan.. PILGRIMAGE JOURNEY..
perjalanan kembali ke tempat asal.. LISSES
-fin-
PS: 6 hours to made, please enjoy it
PSS: made it light, supaya bisa enjoy .. take ur time.. a coffee/tea as a company would be great
PSSS: resources comes from my personal experience so, pertanyaan, keberatan, sanggahan, etc diterima dengan senang hati dan akan direply seenak jidat..=D diantara becanda dan serius..




